MEDIA / ARTICLES

FEMINA INDONESIA

NO. 32. XXIX, 9-15 AGUSTUS 2001

Mimpi Indah Tentang Negeri Tropis

Kecantikan dan keelokan Bali tampil dalam gaya dekoratif dan warna-warna cemerlang. Suatu ‘tawaran’ yang berbeda untuk menikmati Bali lewat lukisan!

By Evi Nursyafitri

Bali adalah inspirasi yang tiada habis-habisnya untuk diserap, direnungkan, dan diungkapkan. Tak cuma bagi masyarakat setempat, tapi juga bagi para seniman dari luar pulau tropis itu. Panorama indah dan gaya hidup masyarakatnya yang memesona, ibarat surga ide penciptaan seni. Sejak berabad-abad lampau, banyak seniman (khususnya pelukis) mancanegara singgah dan menetap di pulau ini.

Seorang pelukis asal Swedia, Richard Winkler, 32, masuk ke Bali tahun 1997, setelah ia melepaskan pekerjaannya sebagai ilustrator untuk majalah, televisi dan periklanan di negerinya. Bersama istrinya yang asal Jakarta, ia lalu menetap di Kedewatan, sebelah utara Ubud. Setahun ia berinteraksi dengan lingkungan sekitar, lalu lahirlah lukisan-lukisan yang eksotis.

Seperti umumnya sisi pandang turis, Richard pun terpesona pada alam Bali yang tampak damai dan serasi dengan dinamika kehidupan di sekitarnya. Pepohonan, hewan, buah-buahan, pematang sawah, atau lekuk pegunungan, berpadu dalam keseharian hidup masyarakat yang penuh kegotongroyongan. Sebagian wanita dan pria begitu nikmat mencari kutu rambut, sebagian lainnya menyabung ayam. Wanita-wanita tampil dalam balutan kain sarung khas Bali yang unik.

Objek-objek kehidupan yang memikat perhatian itu diungkap Richard dengan gaya dekoratif-ilustratif, mengingatkan kita pada lukisan tradisional Bali yang cenderung tak punya fokus tunggal. Namun, Richard yang pernah belajar visual arts dan fine arts di Nyckelviken School of Art dan Beckmans School of Design di Swedia, menerjemahkan alam dan kehidupan pulau tropis itu dengan menarik. Gambaran alam dan kehidupan ia lukiskan sedemikian rupa hingga terkesan seperti seni paper tole, atau bahkan ukiran kayu. Yang unik sekaligus eksklusif adalah cara Richard menggambarkan bentuk tubuh manusia. Di kanvasnya, anatomi tubuh wanita maupun pria Bali dibuat menggelembung melebihi porsi realisnya. Aneh dan lucu. Figur-figur pria jadi tampak lebih berotot. Sosok-sosok wanita, yang umumnya digambarkan bertelanjang dada, jadi terasa kian seksi dan berisi.

Menikmati lukisan Richard yang dipamerkan di Jakarta tanggal 8 Agustus di Hotel Mulia ini, mengajak mata dan pikiran bermimpi indah tentang kehidupan yang aman dan damai, di suatu pulau bernama Bali.

(Evi Nursyafitri)